Yamaha Fizr Caltex, Buruan Para Kolektor! Review Singkat!

yamaha fizr caltex

Halo Juragan 2 tak, kali ini admin mau iseng nulis konten lagi setelah sekian lama tidak mengisi konten ya.
Motor yang akan kita ulas kali ini adalah motor fizr yg edisi caltex.
Pertama tama kita bahas mengenai sejarah motor fizr dahulu ya. Muncul nya fiz di Indonesia pada tahun 1992-1994 ( berlangsung hanya 3 tahun ) sebelum generasi ada R di belakangnya.

Kala itu Yamaha Indonesia yang masih berdiri dengan entitas PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), meluncurkan Yamaha Force 1 (F1). Diposisikan sebagai penerus Yamaha Alfa. Secara desain, tentu dibuat lebih modis dan aerodinamis. Kendati begitu, dia masih menggunakan sistem pendingin YPCS (Yamaha Performance Cooling System). Teknologi yang lebih dulu diterapkan terhadap pendahulunya. Termasuk penggunaan pelek jari-jari dan rem teromol depan-belakang.

Yang menarik yang akan kita bahas sekarang ada fizr dengan livery balap era tahun 2000 an punya pembalap tanah air ahmad jayadi, hendriansyah dan Harlan fadilah yang sukses merajai event road race pada kala itu.

Dengan begitu Otomatis pamornya menanjak. Kondisi ini dimanfaatkan YIMM untuk menghadirkan edisi terbatas. Sebagai contoh, perilisan Yamaha F1ZR Caltex Edition pada 2001. Inspirasinya berasal dari tunggangan Ahmad Jayadi dan Roy Adriyanto, yang saat itu bernaung di tim balap Yamaha Caltex. Peredarannya pun masih terasa hingga 2002.

Caltex itu sendiri adalah merk pelumas asal paman sam amerika serikat. Yg kala itu menjadi official sponsor tim balap Yamaha pada tahun 2000 an. Soal spesifikasi, Yamaha F1ZR dibekali mesin satu silinder 2-tak berkapasitas 110,4 cc. Racikan pada jantung pacu seperti bore x stroke: 52,0 x 52,0 mm, rasio kompresi: 7,1:1 hingga karburator Mikuni (VM 20 X 1), memudahkannya untuk mengail tenaga sebesar 11,8 Hp di 7.500 RPM. Sementara torsi maksimal yang dihasilkan 10,7 Nm pada 6.500 RPM. Disalurkan melalui transmisi 4 percepatan. Kemampuannya ini juga ditunjang dimensi nan kompak (P x L x T: 1.870 x 670 x 1.040 mm). Serta bobot ringan, 95 kg saja.

Inisiatif Yamaha Indonesia menawarkan edisi spesial juga masih dilakoni pada 2003. Diwujudkan saat mengenalkan Yamaha F1ZR Marlboro Edition. Hingga akhirnya perjalanan F1ZR terhenti pada 2004. Pihak pabrikan memutuskan untuk melakukan diskontinyu terhadap salah satu legenda motor 2-tak ini. Meski begitu, sekarang F1ZR masih banyak dicari. Pun demikian dengan edisi balapnya. Walaupun harga jualnya dipatok tinggi.

Tak heran Motor dua tak produksi tahun lawas jadi incaran para kolektor. Apalagi jika unitnya punya status langka, pemilik tak segan memasang banderol puluhan juta. Wow..mantap ya bosku

 

Secara spesifikasi motor yg jadi bahan review kali ini fizr Caltex tahun 2002 dengan konde rangka h2k edisi terakhir ya bosku. Edisi ini ada 2 tahun saya itu h1k di tahun 2001 dengan menggunakan velg jari2.
ada beberapa modifikasi yang terlihat jelas knalpot sudah di ganti menggunakan knalpot racing ari ahm Malaysia sehingga suara motornya lebih keras terdengar berbeda dari knalpot standar nya yg adem bunyi nya.

Untuk bagian shock breaker menggunakan yss bukan yg standar nya, tak lupu jga swing arm di ganti nya oleh sang modifikator dari pondok gede oleh bang zack.
Untuk bagian kaki2 disini bukan ori nya lagi. sudah di sematkan juga ban Pirelli Diablo rosso sport dan velg menggunakan vrossi, piringan depan sudah di ganti lebar sehingga makin kekar dan ganteng ya tentu nya.
Untuk bagian atas kulit jok di ganti kulit jeruk jadi ga licin bosku tapi syg nya celana kita yg kalah lama kelamaan boskuu..
Tak lupa bagian spion dan visor jenong punya Yamaha 125z atau tupai biar makin ganteng yaa..
Untuk body ini full repaint dan striping menggunakan yg kw ya bosku bukan yg asli, kalau kita bahas part ori nya ya ga akan cukup dompet nya nanti sudah masuk kelas sultan hehe

Harga body nya aja bisa seharga 1 motor fizr yg model lain boskuu..
Untuk spesifikasi daleman mesin masih standart os 25 , pengapian masih ori nya ya.

Ada tambahan lain silahkan bosku komentarnya ya.

sumber video :

Dian Novtani Channel

https://www.youtube.com/channel/UC04mrhjrfFKQz3N9Tdb3yBw